elcons berita terpopuler Bila pada saat ini ada yang kurang bahagia dengan hidupnya, ada baiknya membaca suatu perbuatan kasih yang di inspirasikan dari seorang pemulung di negeri China yang bernama Lou Xiaoying.
! Berita Terpopuler Indonesia, tips, berita populer facebook, download games, foto artis, video youtube, daftar mp3 terbaru dan gambar unik menarik
Showing posts with label BRAINSTORMING. Show all posts
Showing posts with label BRAINSTORMING. Show all posts
Kisah inspirasi untuk para Istri dan Suami
Elcons Berita Populer Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Inilah Kata Kata Motivasi terbaik [pics]
Kata Kata Motivasi - Kumpulan kata-kata motivasi terlengkap dan terbaru . Dari mulai Kata-kata motivasi sukses, kata-kata bijak motivasi, kata motivasi cinta, kata motivasi kehidupan dan kata kata motivasi lainnya, semua ada di sini.
KEKUATAN DARI SUATU KEPUTUSAN
Salam Membangun SDM,
Banyak orang yang mungkin masih memandang bahwa kesejahteraan itu seperti impian yang sangat tinggi dan milik keturunan-keturunan yang leluhurnya kaya raya, mungkin pula milik pejabat negara dan keturunannya, maka seringkali banyak individu yang mengorbankan semua harta benda dan bahkan martabatnya untuk mendapatkan hal ini, memaksakan dirinya untuk terjun kedunia yang bahkan yang bersangkutan tidak tahu apa risikonya dan apa hanya itu jalan untuk meraih kesejahteraan?.
Banyak orang yang mungkin masih memandang bahwa kesejahteraan itu seperti impian yang sangat tinggi dan milik keturunan-keturunan yang leluhurnya kaya raya, mungkin pula milik pejabat negara dan keturunannya, maka seringkali banyak individu yang mengorbankan semua harta benda dan bahkan martabatnya untuk mendapatkan hal ini, memaksakan dirinya untuk terjun kedunia yang bahkan yang bersangkutan tidak tahu apa risikonya dan apa hanya itu jalan untuk meraih kesejahteraan?.
Lalu bagaimanakah individu yang lahir dari keluarga
sederahana, apakah leluhurnya harus disalahkan dalam keadaan ini? Tentu tidak
boleh karena masa lalu adalah masa lalu dan sekarang dan seterusnya adalah kendala
atau peluang bagi yang menjalaninya. Dan apakah mustahil untuk mendapai
kesejahteraan yang ideal? Tentu tidak karena kesejahteraan ternyata bukan
terletak dari apakah yang bersangkutan lahir dari keluarga sederhana ataupun
keluarga kaya raya namun lebih kepada Memahami kekuatan dari Suatu Keputusan
untuk mencapai kesejahteraan itu.
Satu yang paling sulit dihilangkan dari pandangan SDM-SDM
sekarang terutama daerah yang cukup tertinggal dari provinsi lain (anda boleh
membandingkan sendiri provinsi mana yang maju dan tertinggal), adalah memandang
bahkan pekerjaan yang terbaik dan aman selamanya adalah pekerjaan menjadi
Pegawai Negeri Sipil (PNS biasa, bukan kekaryaan seperti dosen dan BUMN) karena risiko kompetisinya tipis dan
kepastian income ada walau sedikit, sangat kecil sehingga kasus korupsi paling
tinggi trafficnya disini. Banyak SDM yang sekolah tinggi-tinggi mengambil
Master dengan biaya yang sangat mahal “berkenan” untuk wasting time hanya menunggu panggilan CPNS yang sebenarnya rasio
kompetisinya sangat tinggi, katakanlah 1
job berbanding 1000 kontestan, sehingga akibat permintaan job yang sangat
tinggi ini memicu korupsi dan pungli yang sistemik (terjadi diseluruh daerah) dan
ini masih dianggap biasa-biasa saja.
Seandainya kami memaparkan studi kasus tentang
kesejahteraan karyawan seperti ini :
1.
Pekerja bank untuk tingkat medium – end antara Rp. 2 juta
s/d 25 Juta THP perbulan.
2.
Pekerja tambang batubara untuk tingkat medium-end Rp. 4
juta s/d 45 Juta
3.
Pekerja oil and gas untuk tingkat medium-end Rp. 7 Juta s/d
75Juta
4.
Pekerja Mulltifinance untuk tingkat medium-end Rp. 3 Juta
s/d 7 Juta diluar pencapaian target
Dan
banyak lainnya yang benar-benar dapat memberikan kesejahteraan.
Kalau seperti ini maka bukan
satu-satunya menjadi PNS adalah pekerjaan yang terbaik, bahkan dalam kondisi
Dugaan Korupsi Tingkat Tinggi yang terjadi pada Negara ini, bisa-bisa saja
SDM-SDM yang cerdas dan sebenarnya dapat berkiprah pada tempat lain yang lebih
layak menurut tingkatan edukasinya dapat menjadi korban atas apa yang tidak
dilakukannya. Jangankan pekerja biasa, silakan hitung Bupati/walikota, Gubernur
yang di bui karena kasus korupsinya, suatu bukti bahwa kebenaran pada akhirnya
akan menang.
Tulisan ini mengingatkan kembali
bahwa keputusan seorang SDM untuk mendesain reputasinya (edukasi, jam terbang,
interpersonal skill, professional dan dapat dipercaya/memiliki kejujuran yang
kuat) adalah Kesejahteraan Yang Sesungguhnya, anda dapat mengatur penghasilan
anda sendiri sehingga kesejahteraan itu bukanlah hal yang spekulatif, karena
tidak semua penghasilan flat itu baik. Bayangkanlah anda pertama kali masuk
menjadi PNS dari Sarjana dengan penghasilan Rp. 3.5 Juta perbulan ketika anda
masih Single, itu seperti “orang mapan”
pada mulanya. Namun ketika anda berumah tangga, katakanlah anda memiliki 5 anak
dan 1 isteri (saya jadi kuatir lebih dari itu) dalam 10 tahun anda mungkin
menjadi kepala Dinas dengan gaji total 10 Juta/bulan FLAT. Pada saat anak anda
membayar biaya sekolah Rp. 75 Juta dan semua meminta semahal Handphone
Blackberry Torch, pada saat itu anda berubah menjdi miskin, sungguh. Dan dari
kemiskinan itulah CIKAL BAKAL dari KORUPSI yang tidak pernah selesai sampai
sekarang, karena ruangnya selalu terbuka untuk berbuat kejahatan.
Apakah itu yang ingin
anda jalani dalam hidup ini?
Segeralah, bagi kalian yang masih
merasa memegang kehormatan keluarga (karena apa artinya anda kaya namun sempat
jadi residivis??) itu akan menjadi sejarah yang tidak akan terlupakan.
Kelemahan dari kesejahteraan itu
sulit digapai karena “perasaan nyaman” dekat rumah atau kota sendiri, namun
kalau peluangnya sangat kecil (rasio lulusan SDM jauh lebih besar dari peluang
kerja) ada baiknya untuk mempertimbangkan ikut membangun diri di daerah yang
lebih berpeluang, katakanlah wilayah Kalimantan, kaltim dan kalsel adalah
wilayah yang jauh lebih mapan dari propinsi yang lain, maka tidak salah untuk
ikut serta dalam rekrutmen.
Namun akan ada kendala lagi, sudah
siapkah SDM nya? Karena sesungguhnya pemahaman Lulusan Sarjana (fresh graduate)
adalah SDM yang siap kerja namun belum siap pakai (sekali lagi belum siap
pakai) karena masih perlu ditempuhnya jam terbang yang cukup untuk memastikan
itu. Selain hal tersebut, nilai daya saing yang diluar nilai dasar. Yaitu nilai
SDM diluar ijazah dan KTP serta pengalaman kerja. Apa itu? Itu adalah faktor lain
yang sangat menentukan.
Apabila anda mengambil keputusan ini
maka anda akan melihat diri anda yang baru, itulah yang disebut Kekuatan dari
keputusan, anda bisa saja tetap seperti nyamannya sekarang, dekat rumah, dalam
kota sendiri namun anda membiarkan nasib pada kurang tumbuhnya rekrutmen
didaerah anda atau anda dapat menjadi “panglima” dikota lain dengan menjadi
pekerja yang sesuai hati anda.
Ketika anda mencobanya sesungguhnya
anda memiliki peluang untuk merubah nasib.
Keanu Sulaiman R
GAGASAN NASIONALISME YANG BERBEDA
Ditulis Untuk OGkarir! Membangun SDM
Oleh : Keanu Sulaiman R
Ratusan Negara yang ada didunia ini
“menjual” gagasan nasionalisme untuk negaranya. Diluar sudut pandang politis
maka ekonomi suatu Negara diluar sudut pandang politis, nilai kapitalisasi riil
suatu Negara terletak pada gagasan nasionalismenya dan memang terlihat sama
namun dalam strateginya berbeda.
Rata-rata Negara memiliki pandangan
kualitatif yang sampir sama, kesejahteraan rakyak dan keamanan Negara, namun hal
itu hampir tidak member manfaat selama itu masih pandangan kualitatif,
perbedaan suatu Negara adalah pandangan KUANTITATIFNYA, yang akhirnya bermuara
pada perbedaan yang sangat menyolok mengenai strategi pertumbuhan ekonomi dan
urut-urutan indikatornya.
Sesungguhnya suatu Negara ekonominya
tumbuh akibat tindakan swasta atau non pemerintah, baik UKM hingga super power
company, namun kelompok ini dalam volalitasnya tidak akan member manfaat yang
signifikan bagi tumbuhnya suatu kapitalisasi murni suatu Negara apabila
didukung gagasan strategis pemerintah tentang membangun suatu aksi ekonomis
suatu Negara.
Kami membuat suatu teori bahwa ada
tiga tipe pertumbuhan kapitalisasi suatu Negara, yang terg=diri dari :
1.
Negara Seimbang, yaitu Negara yang
memiliki gagasan nasionalisme secara kualitatif yang seimbang, kesejahteraan
rakyat dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan seimbang, ekspansi (diluar
negeri) dibuat hanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi negaranya secara riil
(sekali lagi secara riil, bukan raport rekayasa),hukum Negara cenderung
dijalankan dengan baik, pendapatan
perkapita sangat ideal dan biasanya ini adalah Negara maju seperti Amerika dan
Negara eropa pada umumnya serta Jepang dari Asia
2.
Negara Berkembang, Negara yang
melakukan ekspansi investasi luar negeri biasanya dengan sangat ekstrim, misi
Negara seperti ini adalah membangun kekuatan dari negaranya, Negara seperti ini
membelanjakan Anggaran Belanja Negaranya untuk infrastruktur dan membangun
konglomerasi rakyatnya Diluar Negeri, kami menduga Negara seperti ini menganut
system TRICKLE DOWN TEORI YANG TELAH
DIINOVASI KEMBALI, Negara ini membangun konglomerat-konglomerat baik korporasi
maupun individual dari rakyatnya sendiri dan perusahaan dinegaranya sendiri,
namun diluar negeri, Pemerintah Negaranya mendukung Konglomerat-Konglomerat
Menjadi Tuan Dinegara Orang Lain, untuk tipe ini kami menempatkan Cina, Taiwan, Korea dan Malaysia sebagai
Negara berkembang yang mampu diidentikasikan.
3.
Negara Penghasil Bahan Pokok,
Sebelum kami melanjutkan tulisan kami, Kalau Negara maju
adalah Amerika, Eropa dan Jepang dan Negara berkembang adalah Cina, Taiwan,
Korea dan Malaysia, maka disini Indonesia untuk saat ini hanya sebagai Negara
penghasil bahan pokok saja, maaf belum masuk sampai level Negara Berkembang, SDA
alam yang dimiliki hanya sebagai bahan dagangan utama berbeda dengan Negara
lain yang mampu menjadikan SDA Negara lain sebagai produk turunan bukan hanya
sekedar menjual bahan baku.
Dengan system gagasan ekonomi yang tergantung potensi
SDA seperti ini, maka Indonesia
akan tergantung dengan Negara maju dan
Negara berkembang untuk kemampuan financial dan kemampuan SDM, perkiraan kami,
apabila Indonesia dan rakyatnya tidak mau mengubah strategi nasionalismenya, masih
menyukai adu domba politis, adu domba ada suku yang lebih dari suku yang lain,
adu domba agama dan tidak sempat memperbaharui gagasan nasionalismenya
“mempersiapkan fasilitas yang maksimal, adil dan jujur kepada generasi mudanya”
maka dalam 1 dekade setelah 2010 ini,
sekurangnya 50% asset SDA dimiliki oleh asing tidak peduli alasan mitigasi
risiko “itu hanya kontrak karya 30 tahun dll, karena 30 Tahun juga merupakan
kesempatan membangun SDM yang sama hebatnya” karena sumber daya manusia
dinegara ini hanya mau melelahkan diri, tidak memakai logika bahwa sekarang
secara berangsur-angsur Negara ini sudah dijajah secara ekonomi dan apabila
ekonomi Negara ini sudah dijajah, maka jangan tertawa melihat Negara miskin
seperti Ethiopia dan Somalia misalnya, itu dapat terjadi dengan rakyat
Indonesia dalam 10 tahun kedepan apabila tidak mau berubah, walaupun SDA nya
masih melimpah, kemiskinan tetap dapat terjadi.
Ketika banyak asset Negara yang mulai dijual dengan pihak
asing karena ketidakmampuan SDM untuk bersaing dengan warga dunia lainnya, baik
dari BUMN hingga perusahaan swasta murni milik rakyat Indonesia, Cina, Taiwan,
Korea dan Malaysia berlomba membangun konglomerasinya dinegara lain didunia,
katakanlah Cina, ini Negara hebat dalam gagasan berpikirnya, diluar pandangan
lain, kami melihat pemerintah Negara ini mencintai rakyatnya, mereka bekerja
keras untuk menghidupi rakyatnya dengan 1,2 Milyar Jiwa, tahun 2010 ini mereka
dengan pengusaha lokalnya melakukan investasi di 30 Negara Afrika dengan nilai
investasi USD 8 Milyar, bukan hanya untuk trading saja namun mempersiapkan
bahan baku untuk dapat diproses sebagai produk turunan yang SDM nya sudah
mampu, belum lagi cerita Malaysia dan bisnis BBM nya diluar negeri yang harus
kita contoh dan diinovasi kembali.
Apa maksud dari tulisan ini tidak ada lain untuk membangun
kembali nasionalisme seluruh rakyat Indonesia dari hal kecil hingga hal yang
besar, jangan mau lagi diadu domba walau itu sudah mendarah daging selama
penjajahan selama 350 tahun (katanya juga). Namun lebih beralih kepada suatu
gagasan bahwa masih banyak hal yang baik yang masih ada dinegara ini dan
apabila kita mau sepakat, maka seperti mengutip perkataan teman saya dari
Seattle mengatakan demikian : “Apabila Kalian mau belajar dari kesalahan dan
tidak melakukan hal yang sama sekarang dan dimasa depan, maka Indonesia adalah
Negara terkaya didunia”
-
Jangan Risih belajar bahasa Asing,
karena komunikasi itu penting, belajarlah bukan dengan target waktu namun
dengan target “goal setting”
-
Penting Sekali untuk memiliki impian
karena itu yang akan menjadi realitas
Untuk itulah kami sangat menyukai
ada individu yang membangun web atau media untuk membangun SDM, karena SDA
Indonesia yang luar biasa ini harus diakomodir oleh SDM yang diatas rata-rata
dan itu bisa.
Salam Sukses untuk kalian semua
Keanu Sulaiman R.
Penulis merupakan
pengamat ekonomi internasional
Subscribe to:
Posts (Atom)
