www.elcons.blogspot.com | berita terpopuler indonesia: BRAINSTORMING

Selamat Datang

elcons Berita Terpopuler - Indonesia, fb, facebook, download, foto, youtube, google, video, mp3, gambar, yahoo
Showing posts with label BRAINSTORMING. Show all posts
Showing posts with label BRAINSTORMING. Show all posts

Menggugah dan Mengharukan, Pemulung yang merawat lebih dari 30 bayi yang dibuang


Lou Xiaoying telah dipuji di Cina untuk menyimpan lebih dari 30 bayi yang ditinggalkan selama bertahun-tahun

elcons berita terpopuler  Bila pada saat ini ada yang kurang bahagia dengan hidupnya, ada baiknya membaca suatu perbuatan kasih yang di inspirasikan dari seorang pemulung di negeri China yang bernama Lou Xiaoying.

Kisah inspirasi untuk para Istri dan Suami



Husbands Dream
Elcons Berita Populer Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Inilah Kata Kata Motivasi terbaik [pics]




Kata Kata Motivasi  - Kumpulan kata-kata motivasi terlengkap dan terbaru . Dari mulai Kata-kata motivasi sukses, kata-kata bijak motivasi, kata motivasi cinta, kata motivasi kehidupan dan kata kata motivasi lainnya, semua ada di sini.

KEKUATAN DARI SUATU KEPUTUSAN



Salam Membangun SDM,

Banyak orang yang mungkin masih memandang bahwa kesejahteraan itu seperti impian yang sangat tinggi dan milik keturunan-keturunan yang leluhurnya kaya raya, mungkin pula milik pejabat negara dan keturunannya, maka seringkali banyak individu yang mengorbankan semua harta benda dan bahkan martabatnya untuk mendapatkan hal ini, memaksakan dirinya untuk terjun kedunia yang bahkan yang bersangkutan tidak tahu apa risikonya dan apa hanya itu jalan untuk meraih kesejahteraan?.
Lalu bagaimanakah individu yang lahir dari keluarga sederahana, apakah leluhurnya harus disalahkan dalam keadaan ini? Tentu tidak boleh karena masa lalu adalah masa lalu dan sekarang dan seterusnya adalah kendala atau peluang bagi yang menjalaninya. Dan apakah mustahil untuk mendapai kesejahteraan yang ideal? Tentu tidak karena kesejahteraan ternyata bukan terletak dari apakah yang bersangkutan lahir dari keluarga sederhana ataupun keluarga kaya raya namun lebih kepada Memahami kekuatan dari Suatu Keputusan untuk mencapai kesejahteraan itu.
Satu yang paling sulit dihilangkan dari pandangan SDM-SDM sekarang terutama daerah yang cukup tertinggal dari provinsi lain (anda boleh membandingkan sendiri provinsi mana yang maju dan tertinggal), adalah memandang bahkan pekerjaan yang terbaik dan aman selamanya adalah pekerjaan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS biasa, bukan kekaryaan seperti dosen dan BUMN)  karena risiko kompetisinya tipis dan kepastian income ada walau sedikit, sangat kecil sehingga kasus korupsi paling tinggi trafficnya disini. Banyak SDM yang sekolah tinggi-tinggi mengambil Master dengan biaya yang sangat mahal “berkenan” untuk wasting time hanya menunggu panggilan CPNS yang sebenarnya rasio kompetisinya  sangat tinggi, katakanlah 1 job berbanding 1000 kontestan, sehingga akibat permintaan job yang sangat tinggi ini memicu korupsi dan pungli yang sistemik (terjadi diseluruh daerah) dan ini masih dianggap biasa-biasa saja.

Seandainya kami memaparkan studi kasus tentang kesejahteraan karyawan seperti ini :
1.      Pekerja bank untuk tingkat medium – end antara Rp. 2 juta s/d 25 Juta THP perbulan.
2.      Pekerja tambang batubara untuk tingkat medium-end Rp. 4 juta s/d 45 Juta
3.      Pekerja oil and gas untuk tingkat medium-end Rp. 7 Juta s/d 75Juta
4.      Pekerja Mulltifinance untuk tingkat medium-end Rp. 3 Juta s/d 7 Juta diluar pencapaian target
Dan  banyak lainnya yang benar-benar dapat memberikan kesejahteraan.

Kalau seperti ini maka bukan satu-satunya menjadi PNS adalah pekerjaan yang terbaik, bahkan dalam kondisi Dugaan Korupsi Tingkat Tinggi yang terjadi pada Negara ini, bisa-bisa saja SDM-SDM yang cerdas dan sebenarnya dapat berkiprah pada tempat lain yang lebih layak menurut tingkatan edukasinya dapat menjadi korban atas apa yang tidak dilakukannya. Jangankan pekerja biasa, silakan hitung Bupati/walikota, Gubernur yang di bui karena kasus korupsinya, suatu bukti bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang.

Tulisan ini mengingatkan kembali bahwa keputusan seorang SDM untuk mendesain reputasinya (edukasi, jam terbang, interpersonal skill, professional dan dapat dipercaya/memiliki kejujuran yang kuat) adalah Kesejahteraan Yang Sesungguhnya, anda dapat mengatur penghasilan anda sendiri sehingga kesejahteraan itu bukanlah hal yang spekulatif, karena tidak semua penghasilan flat itu baik. Bayangkanlah anda pertama kali masuk menjadi PNS dari Sarjana dengan penghasilan Rp. 3.5 Juta perbulan ketika anda masih Single, itu  seperti “orang mapan” pada mulanya. Namun ketika anda berumah tangga, katakanlah anda memiliki 5 anak dan 1 isteri (saya jadi kuatir lebih dari itu) dalam 10 tahun anda mungkin menjadi kepala Dinas dengan gaji total 10 Juta/bulan FLAT. Pada saat anak anda membayar biaya sekolah Rp. 75 Juta dan semua meminta semahal Handphone Blackberry Torch, pada saat itu anda berubah menjdi miskin, sungguh. Dan dari kemiskinan itulah CIKAL BAKAL dari KORUPSI yang tidak pernah selesai sampai sekarang, karena ruangnya selalu terbuka untuk berbuat kejahatan.

Apakah itu yang ingin anda jalani dalam hidup ini?


Segeralah, bagi kalian yang masih merasa memegang kehormatan keluarga (karena apa artinya anda kaya namun sempat jadi residivis??) itu akan menjadi sejarah yang tidak akan terlupakan.

Kelemahan dari kesejahteraan itu sulit digapai karena “perasaan nyaman” dekat rumah atau kota sendiri, namun kalau peluangnya sangat kecil (rasio lulusan SDM jauh lebih besar dari peluang kerja) ada baiknya untuk mempertimbangkan ikut membangun diri di daerah yang lebih berpeluang, katakanlah wilayah Kalimantan, kaltim dan kalsel adalah wilayah yang jauh lebih mapan dari propinsi yang lain, maka tidak salah untuk ikut serta dalam rekrutmen.

Namun akan ada kendala lagi, sudah siapkah SDM nya? Karena sesungguhnya pemahaman Lulusan Sarjana (fresh graduate) adalah SDM yang siap kerja namun belum siap pakai (sekali lagi belum siap pakai) karena masih perlu ditempuhnya jam terbang yang cukup untuk memastikan itu. Selain hal tersebut, nilai daya saing yang diluar nilai dasar. Yaitu nilai SDM diluar ijazah dan KTP serta pengalaman kerja. Apa itu? Itu adalah faktor lain yang sangat menentukan.



Apabila anda mengambil keputusan ini maka anda akan melihat diri anda yang baru, itulah yang disebut Kekuatan dari keputusan, anda bisa saja tetap seperti nyamannya sekarang, dekat rumah, dalam kota sendiri namun anda membiarkan nasib pada kurang tumbuhnya rekrutmen didaerah anda atau anda dapat menjadi “panglima” dikota lain dengan menjadi pekerja yang sesuai hati anda.
Ketika anda mencobanya sesungguhnya anda memiliki peluang untuk merubah nasib.

Keanu Sulaiman R



GAGASAN NASIONALISME YANG BERBEDA
Ditulis Untuk OGkarir! Membangun SDM
Oleh : Keanu Sulaiman R



Ratusan Negara yang ada didunia ini “menjual” gagasan nasionalisme untuk negaranya. Diluar sudut pandang politis maka ekonomi suatu Negara diluar sudut pandang politis, nilai kapitalisasi riil suatu Negara terletak pada gagasan nasionalismenya dan memang terlihat sama namun dalam strateginya berbeda.
Rata-rata Negara memiliki pandangan kualitatif yang sampir sama, kesejahteraan rakyak dan keamanan Negara, namun hal itu hampir tidak member manfaat selama itu masih pandangan kualitatif, perbedaan suatu Negara adalah pandangan KUANTITATIFNYA, yang akhirnya bermuara pada perbedaan yang sangat menyolok mengenai strategi pertumbuhan ekonomi dan urut-urutan indikatornya.
Sesungguhnya suatu Negara ekonominya tumbuh akibat tindakan swasta atau non pemerintah, baik UKM hingga super power company, namun kelompok ini dalam volalitasnya tidak akan member manfaat yang signifikan bagi tumbuhnya suatu kapitalisasi murni suatu Negara apabila didukung gagasan strategis pemerintah tentang membangun suatu aksi ekonomis suatu Negara.
Kami membuat suatu teori bahwa ada tiga tipe pertumbuhan kapitalisasi suatu Negara, yang terg=diri dari :
1.       Negara Seimbang, yaitu Negara yang memiliki gagasan nasionalisme secara kualitatif yang seimbang, kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan seimbang, ekspansi (diluar negeri) dibuat hanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi negaranya secara riil (sekali lagi secara riil, bukan raport rekayasa),hukum Negara cenderung dijalankan dengan  baik, pendapatan perkapita sangat ideal dan biasanya ini adalah Negara maju seperti Amerika dan Negara eropa pada umumnya serta Jepang dari Asia
2.       Negara Berkembang, Negara yang melakukan ekspansi investasi luar negeri biasanya dengan sangat ekstrim, misi Negara seperti ini adalah membangun kekuatan dari negaranya, Negara seperti ini membelanjakan Anggaran Belanja Negaranya untuk infrastruktur dan membangun konglomerasi rakyatnya Diluar Negeri, kami menduga Negara seperti ini menganut system TRICKLE DOWN TEORI YANG TELAH DIINOVASI KEMBALI, Negara ini membangun konglomerat-konglomerat baik korporasi maupun individual dari rakyatnya sendiri dan perusahaan dinegaranya sendiri, namun diluar negeri, Pemerintah Negaranya mendukung Konglomerat-Konglomerat Menjadi Tuan Dinegara Orang Lain, untuk tipe ini kami menempatkan  Cina, Taiwan, Korea dan Malaysia sebagai Negara berkembang yang mampu diidentikasikan.
3.       Negara Penghasil Bahan Pokok,
Sebelum kami melanjutkan tulisan kami, Kalau Negara maju adalah Amerika, Eropa dan Jepang dan Negara berkembang adalah Cina, Taiwan, Korea dan Malaysia, maka disini Indonesia untuk saat ini hanya sebagai Negara penghasil bahan pokok saja, maaf belum masuk sampai level Negara Berkembang, SDA alam yang dimiliki hanya sebagai bahan dagangan utama berbeda dengan Negara lain yang mampu menjadikan SDA Negara lain sebagai produk turunan bukan hanya sekedar menjual bahan baku.

Dengan system gagasan ekonomi yang tergantung potensi SDA  seperti ini, maka Indonesia akan  tergantung dengan Negara maju dan Negara berkembang untuk kemampuan financial dan kemampuan SDM, perkiraan kami, apabila Indonesia dan rakyatnya tidak mau mengubah strategi nasionalismenya, masih menyukai adu domba politis, adu domba ada suku yang lebih dari suku yang lain, adu domba agama dan tidak sempat memperbaharui gagasan nasionalismenya “mempersiapkan fasilitas yang maksimal, adil dan jujur kepada generasi mudanya” maka  dalam 1 dekade setelah 2010 ini, sekurangnya 50% asset SDA dimiliki oleh asing tidak peduli alasan mitigasi risiko “itu hanya kontrak karya 30 tahun dll, karena 30 Tahun juga merupakan kesempatan membangun SDM yang sama hebatnya” karena sumber daya manusia dinegara ini hanya mau melelahkan diri, tidak memakai logika bahwa sekarang secara berangsur-angsur Negara ini sudah dijajah secara ekonomi dan apabila ekonomi Negara ini sudah dijajah, maka jangan tertawa melihat Negara miskin seperti Ethiopia dan Somalia misalnya, itu dapat terjadi dengan rakyat Indonesia dalam 10 tahun kedepan apabila tidak mau berubah, walaupun SDA nya masih melimpah, kemiskinan tetap dapat terjadi.

Ketika banyak asset Negara yang mulai dijual dengan pihak asing karena ketidakmampuan SDM untuk bersaing dengan warga dunia lainnya, baik dari BUMN hingga perusahaan swasta murni milik rakyat Indonesia, Cina, Taiwan, Korea dan Malaysia berlomba membangun konglomerasinya dinegara lain didunia, katakanlah Cina, ini Negara hebat dalam gagasan berpikirnya, diluar pandangan lain, kami melihat pemerintah Negara ini mencintai rakyatnya, mereka bekerja keras untuk menghidupi rakyatnya dengan 1,2 Milyar Jiwa, tahun 2010 ini mereka dengan pengusaha lokalnya melakukan investasi di 30 Negara Afrika dengan nilai investasi USD 8 Milyar, bukan hanya untuk trading saja namun mempersiapkan bahan baku untuk dapat diproses sebagai produk turunan yang SDM nya sudah mampu, belum lagi cerita Malaysia dan bisnis BBM nya diluar negeri yang harus kita contoh dan diinovasi kembali.

Apa maksud dari tulisan ini tidak ada lain untuk membangun kembali nasionalisme seluruh rakyat Indonesia dari hal kecil hingga hal yang besar, jangan mau lagi diadu domba walau itu sudah mendarah daging selama penjajahan selama 350 tahun (katanya juga). Namun lebih beralih kepada suatu gagasan bahwa masih banyak hal yang baik yang masih ada dinegara ini dan apabila kita mau sepakat, maka seperti mengutip perkataan teman saya dari Seattle mengatakan demikian : “Apabila Kalian mau belajar dari kesalahan dan tidak melakukan hal yang sama sekarang dan dimasa depan, maka Indonesia adalah Negara terkaya didunia”
-          Jangan Risih belajar bahasa Asing, karena komunikasi itu penting, belajarlah bukan dengan target waktu namun dengan target “goal setting”
-          Penting Sekali untuk memiliki impian karena itu yang akan menjadi realitas
Untuk itulah kami sangat menyukai ada individu yang membangun web atau media untuk membangun SDM, karena SDA Indonesia yang luar biasa ini harus diakomodir oleh SDM yang diatas rata-rata dan itu bisa.
Salam Sukses untuk kalian semua
Keanu Sulaiman R.
Penulis merupakan pengamat ekonomi internasional






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...